'Ah, kenapa ya setiap kebagian kelas gue selalu dapet kelas yang ancur?'
Itulah misteri ilahi yang lagi saya pikirin akhir-akhir ini.
Gue mikir, emang gue selalu kurang beruntung sekelas sama anak-anak ancur, atau emang GUE yang bikin kelasnya ancur?
Hahahaha.
Gue sekarang adalah siswi kelas X-B di sebuah SMA Negeri di Jakarta. Wali kelas gue adalah seorang guru matematika handal yang perlu disamarkan namanya untuk kepentingan bangsa dan negara. Sebut saja Mawar. (Loh?) Eh jangan deh. Dia bapak-bapak woooo. Sebut saja dia Mr. X. Dan ketua kelas gue (sekaligus makhluk paling pinter di sana) adalah tipe orang berwibawa dan bijaksana. Caelah. Sebut saja dia Ferdinand Mangara Tua Simatupang. Kepanjangan? Oh oke. Sebut saja dia Dinand. Eh tapi nggak tau kenapa dia tuh kalo memperkenalkan diri pasti nyebutin nama LENGKAP sama MARGANYA. Hahahaha. Dilihat dari nilai rata-rata ujian blok, kelas gue itu termasuk lumayan (Adam kaga diitung. Hahaha)
Tapi bandel dan ributnya, beuh. Jangan tanya.
Di masa SMA kami yang belum ada 1 semester ini, kami sudah menaikkan tekanan darah 5 guru.
1. Guru Mulok. 'Emang ya kelas ini paling brengsek!'
2. Guru Matematika-kelas-sebelah. 'Nggak ada sopannya ya! Mana ketua kelasnya?!'
3. Guru OR-kelas-sebelas. 'Saya bukan anak kecil!'
4. Mr. X 'Yasudah kalo nggak niat belajar bapak lebih baik keluar' (udah dua kali!)
5. Ibu Bahasa Indonesia. '...' (Diam seribu bahasa dan langsung pergi ke luar kelas)
Itu belom termasuk guru-guru lain yang marah cuman sama Adam/Eryza. Kalo yang itu diitung juga, gue ngepost harus sampe 2x. Gak cukup! Hahaha.
Yaudah ah, tunggu aja kelanjutannya. Siapa lagi yang kelas gue bikin walk out. HAHAHAHA.
NB : Waduh sekali lagi dapet piring cantik nih. (Selama persediaan masih ada)
Wednesday, 12 November 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment