Thursday, 14 April 2011

Tribute to Pak Purba

Drs. Hasian Purba
Mengajar mata pelajaran Fisika di SMAN 99 Jakarta Timur

Semua orang yang sempat merasakan diajar sama beliau adalah orang yang berutung.

Pak Purba adalah tipikal guru batak—hitam, buncit, mukanya serem, suaranya besar, galak.
Kesukaannya adalah minum kopi, main catur, dan merokok. Rokok favorit beliau adalah Dji Sam Soe.
Tapi dibalik semuanya itu dia punya hati yang sangat baik dan lembut kayak bulu kelinci.



Jadi, hari pertama diajar sama Pak Purba, awal kelas XII, seisi kelas pada takut. Abisnya horror banget auranya. Waktu dia masuk kelas, seisi kelas duduk manis dan tegak, tangan terlipat di atas meja. Ternyata hari pertama hanya diisi dengan pidato beliau tentang peraturan selama mengikuti kelas beliau.
Setiap beliau masuk kelas, harus ada sesajen yaitu 4 buah spidol dan penghapus papan tulis. Dan kalo spidolnya nggak nyata, dia bisa ngelempar spidolnya ke lantai sambil berkata; "Spidol brengsek." Dengan logat Batak yang kental tentunya.


Oh iya, Pak Purba juga terkenal dengan memorable quotes-nya.
"Dasar murid brengsek."
"Cuma anjing yang suka nengok-nengok ke belakang."
"Di dunia ini cuma satu jagoan yang suka masuk belakangan. Monyet."
"Iya aja lah.. Daripada benjol."
"Siapa yang ngajarin kau? Pasti guru SMP-mu yang bodoh itu yaa."
"Rokok rokokku. Muncung muncungku. Babi kau."
Beliau juga senang sekali ngecengin murid yang nggak punya pacar; "Ah cemen lo.." "Bohong lo.."
Atau ngecengin murid cewek dengan muka seperti anak kecil; "Suit suiiiit...."
Beliau paling tidak suka diganggu saat mengajar; "Waktu Pak Purba mengajar tak ada yang boleh masuk kelas ini. Si apa itu, si Tarkida, si Indratmodjo, kepala sekolah pun tidak boleh!"

Sudah jadi tradisi, setiap kelasnya harus ada murid perempuan yang menyanyi. Nyanyi apa aja. Yang penting bukan Balonku, atau Pelangi-Pelangi. Tapi beliau paling suka lagu Dangdut dan lagu Batak. Acara ini dinamakan Sing-A-Song. Awalnya, semua anak pada bingung, apa pula hubungannya Fisika sama nyanyi? Tapi berhubung seneng juga ngeliat temen sekelas menderita, yasudahlah. Sebelum menyanyi, beliau bakal bilang "Lagu ini khusus dipersembahkan buat PakPurba dan kelas XII IPA 3, khususnya seseorang yang duduk di pojok sana (menunjuk murid laki-laki)." Di kelas gue, cowok yang paling sering kena tunjuk itu somehow Bahong dan Niko. Walaupun Niko nggak lagi duduk di pojok, kadang masih aja ditunjuk, hahaha. Selama murid cewek ybs bernyanyi, Pak Purba akan duduk santai dan seringnya ketiduran dengan pose alamak aduhai, dan tiba-tiba bangun setelah lagu selesai. Seringnya sih minta dinyanyiin satu lagu lagi. Kalau sudah, murid cewek yang bersangkutan disuruh nunjuk murid cewek lain untuk giliran menyanyi di jam pelajaran berikutnya. Alamak.

Dan gue kena pertama.
Setelah semua anak cewek di kelas kena giliran, pas hari-hari intensif, gue kena lagi.
Alamak.

Dibalik tingkahnya yang slebor dan kata-katanya yang kasar, beliau adalah orang yang sangat jenius. Mengajar tanpa buku karena sudah hafal materi. Metode ngajarnya juga enaaaaak banget, gampang diserap otak. Pak Purba itu kalau ngasih nasihat nancep banget di hati, walaupun kadang-kadang pake perumpamaan yang ada monyet-babi-anjing-nya.

Ada cerita,
waktu UN tahun lalu, seorang siswi yang diajar oleh Pak Purba di-stop oleh kesiswaan di pagar sekolah. Tidak boleh masuk karena tidak pakai ikat pinggang. Dia panik, mau nangis. Kesiswaan nyuruh dia buat beli iket pinggang di koperasi, tapi dia nggak bawa uang. Pak Purba ngeliat kejadian ini, dan cekcok sama Kesiswaan. Kata beliau; "Bagaimana mau ujian kalau nangis duluan. Mana masuk otak itu semua. Seperti kalau lagi makan kalian, mana bisa makan kalau diomelin sama ibu kalian. Kalau Pak Purba seperti itu, Pak Purba lempar itu piringnya." Akhirnya beliau pun melepas ikat pinggangnya sendiri untuk siswi yang nggak pake ikat pinggang itu.

Sebenernya sih ceritanya biasa aja, tapi somehow gue tersentuh. Ternyata orang se-careless Pak Purba perhatiannya tulus juga buat muridnya. Padahal buat dirinya sendiri dia kadang nggak peduli.

Pesan beliau buat anak-anak XII IPA di pertemuan KBM terakhir:
"Semoga semua murid-murid Pak Purba jadi orang yang beruntung"
Amin, Pak!

Gue salut sama guru yang satu ini. Guru hebat.
Pak Purba, jangan cepet-cepet meninggal ya.
Tunggu saya sukses dulu, mau bales budi.

1 comment:

Alumni SMA 99 2007 said...

Hahahahaha... pak purba memang seperti itu dari dulu.
Dan sebenernya dia tidak sangar seperti apa yang kita lihat, dia humoris dan sangat peduli terhadap kemajuan bangsa ini apalagi anak didiknya.

HIDUP PAK PURBA!